StoryTime.id – Kejuaraan Lampung Youth and Kids Climbing Competition 2026 yang digelar Pengurus Provinsi Federasi Panjat Tebing Indonesia mendapat sambutan tinggi dari atlet muda.
Total sebanyak 106 peserta ambil bagian dalam ajang yang berlangsung di venue panjat tebing PKOR Way Halim, Bandar Lampung, Kamis (14/5/2026).
Jumlah tersebut melampaui target awal panitia yang hanya menargetkan 100 peserta dari berbagai kabupaten/kota di Lampung.
Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia, Rudi Antoni mengatakan tingginya animo peserta menunjukkan perkembangan olahraga panjat tebing di Lampung semakin positif.
“Target kami awalnya 100 peserta dan itu sudah cukup berani. Alhamdulillah ternyata yang ikut mencapai 106 peserta,” kata Rudi.
Menurutnya, panjat tebing kini mulai berkembang menjadi olahraga prestasi yang memiliki peluang besar di tingkat nasional maupun internasional.
Selain menggelar kompetisi, FPTI Lampung juga menghadirkan sejumlah kegiatan sosial seperti donor darah bersama PMI dan bazar UMKM di sekitar arena pertandingan.
“Kami tidak hanya membuat kompetisi olahraga. Ada donor darah bersama PMI, bazar UMKM dan kegiatan sosial lainnya agar olahraga juga memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Rudi berharap kejuaraan kelompok usia ini dapat menjadi wadah pembinaan atlet muda panjat tebing Lampung untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi di masa mendatang.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum IV Komite Olahraga Nasional Indonesia, A. Chrisna Putra menilai panjat tebing merupakan salah satu cabang olahraga potensial penyumbang prestasi bagi Lampung maupun Indonesia.
Ia menyebut keberhasilan Leonardo Veddriq menjadi motivasi bagi atlet muda untuk terus berlatih dan berprestasi.
“Panjat tebing membutuhkan kekuatan fisik, mental, disiplin dan latihan yang serius. Karena itu dukungan orang tua dan pembinaan sejak dini sangat penting,” kata Chrisna.
Menurutnya, kompetisi usia muda bukan hanya soal kemenangan, tetapi juga membangun karakter, semangat juang dan sportivitas atlet. (Rls).






