LAMSEL, StoryTime.id – Dugaan alokasi anggaran sebesar Rp78 juta untuk jasa pencucian pakaian pimpinan DPRD Kabupaten Lampung Selatan sepanjang 2026 memantik kritik keras publik.
Di tengah gencarnya seruan efisiensi anggaran dan kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, belanja tersebut dinilai mencederai rasa keadilan publik.
Sorotan mencuat setelah kabar mengenai anggaran laundry pimpinan DPRD tersebar di media online dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Banyak warga mempertanyakan urgensi penggunaan uang daerah untuk kebutuhan yang dianggap tidak menyentuh kepentingan langsung masyarakat.
Ketua LSM Corakindo Lampung Selatan, Karya Nelson, menilai jika anggaran tersebut benar adanya, maka hal itu menunjukkan minimnya kepekaan pejabat terhadap kondisi rakyat.
“Kalau benar ada anggaran sebesar itu hanya untuk mencuci pakaian pimpinan, tentu sangat disayangkan. Di saat rakyat sedang susah, pejabat seharusnya memberi contoh hidup sederhana,” ujarnya.
Kritik semakin tajam karena pemerintah daerah sebelumnya terus menggembar-gemborkan efisiensi belanja.
Namun di sisi lain, muncul dugaan adanya pos anggaran yang dianggap tidak mendesak justru tetap dipertahankan dengan nilai besar.
Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kamis (14/5/2026), Sekretaris DPRD Lampung Selatan, Achad Herry, membantah kabar tersebut secara singkat.
“Ya tidak lah Dinda,” ujarnya membalas Pesan WhatsApp awak media.
Namun, bantahan itu dinilai belum menjawab substansi persoalan. Herry tidak menjelaskan apakah angka Rp78 juta tersebut keliru, salah penafsiran, atau memang tidak tercantum dalam dokumen anggaran Sekretariat DPRD tahun 2026.
Minimnya penjelasan resmi justru memunculkan pertanyaan baru di tengah masyarakat. Publik mendesak DPRD Lampung Selatan lebih transparan membuka rincian penggunaan anggaran agar tidak memicu asumsi liar dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan uang daerah.
“Sekarang masyarakat sudah kritis. Semua anggaran pasti dipantau publik. Jadi pejabat harus terbuka dan bijak menggunakan uang rakyat,” ujar seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi resmi lanjutan dari pihak Sekretariat DPRD Lampung Selatan terkait rincian maupun penjelasan lengkap soal kabar anggaran tersebut.
Editor: StoryTime.id
Reporter: Uyung






