STORYTIME.ID – Owner Tempat Wisata Sanggar Beach, Yosef Fauzi, mengaku telah mengganti kerugian pengunjung yang kehilangan mobil di kawasan wisata tersebut, bahkan sebelum kendaraan itu berhasil ditemukan aparat kepolisian.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab moral atas peristiwa pencurian yang menimpa salah seorang pengunjung saat berwisata di Pantai Sanggar.

Poto: Aparat Polres Lamsel menujukan barang bukti kendaraan yang berhasil mereka temukan ( ist )
Belakangan, jajaran Polres Lampung Selatan bersama Polsek Kalianda berhasil mengungkap kasus tersebut dan menemukan kembali mobil Honda Brio milik korban yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Atas keberhasilan itu, Yosef menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang dinilainya telah bekerja maksimal dalam mengungkap kasus dan mengembalikan kendaraan milik korban.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada jajaran Polres Lampung Selatan dan Polsek Kalianda yang telah bekerja keras hingga berhasil menemukan kendaraan milik pengunjung yang sempat hilang,” kata Yosef, Selasa (16/6/2026).
Menurut Yosef, sebelum kendaraan ditemukan, persoalan dengan korban telah diselesaikan secara kekeluargaan. Ia mengganti mobil yang hilang dengan kendaraan lain yang memiliki jenis dan spesifikasi yang sama.
“Saya mengganti mobil yang hilang dengan kendaraan yang sama. Ini bukan karena kewajiban hukum, tetapi bentuk tanggung jawab moral sebagai pengelola,” ujarnya.
Meski kendaraan telah ditemukan, Yosef berharap proses hukum tetap berjalan hingga tuntas. Ia meminta aparat mengusut seluruh pihak yang terlibat agar kejadian serupa tidak terulang.
Setelah mobil korban ditemukan, Yosef mengaku telah berkomunikasi dengan pemilik kendaraan terkait penyelesaian akhir. Keduanya sepakat mobil pengganti yang sebelumnya diberikan akan dikembalikan, sementara korban akan menerima kembali kendaraan miliknya setelah proses hukum selesai.
Berdasarkan informasi yang diterimanya, polisi tidak hanya menemukan kendaraan yang hilang, tetapi juga mengamankan seorang terduga pelaku dan dua orang yang diduga sebagai penadah.
Kasus ini menjadi perhatian karena selain menunjukkan keberhasilan aparat kepolisian dalam mengungkap tindak pidana, juga memperlihatkan sikap tanggung jawab yang ditunjukkan pengelola wisata terhadap pengunjungnya.
Di tengah berkembangnya sektor pariwisata di Lampung Selatan, langkah tersebut dinilai menjadi upaya menjaga kepercayaan wisatawan sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang berkunjung ke destinasi wisata daerah itu.(uy/Red).






