StoryTime.id, LAMPUNG – Perjalanan panjang pembinaan pencak silat di Lampung kembali membuahkan hasil. Di tengah upaya mencetak atlet-atlet berprestasi, dua nama asal Sai Bumi Ruwa Jurai kini mendapat kepercayaan mengenakan lambang Merah Putih di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas).
Mereka adalah pesilat putri Riski Enjel Pinata dan pelatih tanding Naufal Murtado. Keduanya resmi dipanggil Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) untuk bergabung dalam persiapan tim nasional menghadapi berbagai kejuaraan internasional.
Bagi IPSI Lampung, pemanggilan ini bukan sekadar prestasi individu. Lebih dari itu, kepercayaan tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet di daerah mampu melahirkan talenta yang diperhitungkan di tingkat nasional.
Ketua Harian IPSI Lampung, Arie Nanda Djausal, mengatakan surat resmi pemanggilan dari PB IPSI telah diterima pada 1 Juli 2026. Ia menyebut keberhasilan Riski dan Naufal merupakan kebanggaan bagi seluruh insan pencak silat Lampung.
“Kami bangga dan siap memberikan dukungan penuh kepada Riski Enjel Pinata dan Naufal Murtado. Semoga mereka mampu mengharumkan nama Lampung sekaligus membawa prestasi bagi Indonesia di ajang internasional,” ujar Arie, Kamis (2/7).
Kepercayaan itu tidak datang begitu saja. Riski dipanggil sebagai atlet kelas A, sementara Naufal dipercaya menjadi pelatih nomor tanding setelah melalui proses evaluasi dan seleksi yang dilakukan PB IPSI bersama Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Di Pelatnas yang mulai berlangsung pada 3 Juli 2026 di Padepokan Pencak Silat Nasional, TMII, Jakarta Timur, keduanya akan menjalani persiapan menghadapi agenda besar, mulai dari Asian Pencak Silat Championship ke-10, World Pencak Silat Championship ke-21, SEA Games ke-34 Tahun 2027 di Malaysia, hingga program Pencak Silat Road to Olympic 2027.
Bagi Lampung, pemanggilan seorang atlet dan seorang pelatih ke Pelatnas menjadi sinyal positif bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini berada di jalur yang tepat.
Di balik setiap prestasi yang terlihat di arena pertandingan, ada proses latihan panjang, disiplin, dan kerja keras yang akhirnya membuahkan kepercayaan dari tingkat nasional.
Kini, harapan masyarakat Lampung ikut menyertai langkah Riski Enjel Pinata dan Naufal Murtado. Dari Padepokan TMII, keduanya akan memulai babak baru, membawa nama daerah menuju panggung dunia, sekaligus membuktikan bahwa atlet dan pelatih asal Lampung mampu bersaing di level tertinggi.
Editor: Muslim






