StoeyTime.id Lamsel – Pembinaan atlet di Kabupaten Lampung Selatan terancam berjalan tidak maksimal menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Hingga awal Juli 2026, Surat Keputusan (SK) hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung Selatan belum juga ditandatangani bupati, sehingga anggaran pembinaan belum dapat dicairkan.
Kondisi tersebut dikeluhkan sejumlah pengurus cabang olahraga (cabor). Mereka mengaku belum menerima dukungan dana pembinaan dari KONI, padahal waktu menuju Porprov semakin singkat.
“Atlet kami butuh pembinaan yang berkesinambungan kalau ingin meraih prestasi. Tanpa dukungan anggaran, program latihan tentu tidak bisa berjalan maksimal,” ujar salah seorang pengurus cabor di Lampung Selatan, Senin (6/7/2026).
Ketua KONI Lampung Selatan, Zulhaidir, membenarkan hingga kini hibah daerah belum dapat direalisasikan. Menurutnya, pihak KONI telah mengajukan proposal melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan kini tinggal menunggu proses persetujuan pemerintah daerah.
“Kami sudah mengajukan proposal melalui Dispora. Saat ini masih menunggu karena informasinya Bapak Bupati sedang bertugas di luar daerah. Kita berharap prosesnya segera selesai,” kata Zulhaidir saat dihubungi.
Dihubungi melalui telepon selulernya kepala Dinas Pemuda dan olahraga Kabupaten Lamsel Muhammad Yusuf, membenarkan SK hibah memang belum ditandatangani sehingga pemerintah daerah belum bisa melanjutkan ke tahap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan KONI.
“SK hibah memang belum ditandatangani Bapak Bupati. Karena itu kami belum bisa membuat perjanjian kerja sama dengan KONI terkait hibah pembinaan atlet. Mudah-mudahan semuanya segera terealisasi. Kami yakin Bapak Bupati memiliki komitmen mendukung pembinaan olahraga di Lampung Selatan,” ujar Yusuf.
Keterlambatan pencairan dana ini menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Dalam dunia olahraga, pembinaan tidak bisa dilakukan secara instan. Program latihan, uji coba, hingga pemenuhan kebutuhan atlet memerlukan kepastian anggaran jauh sebelum pertandingan dimulai.
Apalagi Porprov merupakan ajang penting untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus menjadi wadah lahirnya atlet-atlet potensial menuju level yang lebih tinggi. Jika dukungan anggaran terlambat, dampaknya bukan hanya dirasakan pengurus cabor, tetapi juga para atlet yang sedang mempersiapkan diri membawa nama baik Lampung Selatan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan diharapkan dapat mempercepat proses administrasi hibah agar pembinaan atlet tidak semakin tertinggal.
Dukungan terhadap olahraga tidak cukup diwujudkan melalui komitmen, tetapi juga melalui kebijakan yang tepat waktu sehingga atlet memiliki kesempatan berlatih secara optimal dan mampu bersaing di Porprov mendatang.
Redaksi StoryTime.id






