StoryTime.id, Lamsel – Aroma tumisan bawang merah dan santan hangat menyambut pagi di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Kampung Sukamandi, Kelurahan Bumi Agung, Kecamatan Kalianda.
Di balik kepulan uap nasi dan suara panci beradu, tersimpan kisah pengabdian dan cinta dari para juru masak yang bekerja dengan hati.
Sejak pukul 02.30 dini hari, dapur itu sudah hidup. Ibu-ibu dari lingkungan sekitar menyiapkan bahan masakan dengan penuh semangat. Ada yang mengulek bumbu, menanak nasi, dan menyiapkan lauk bergizi untuk ratusan anak sekolah penerima manfaat.
“Kami bukan sekadar masak. Kami ingin anak-anak itu tumbuh sehat dan ceria. Rasanya bahagia bisa ikut memberi energi untuk masa depan mereka,” ujar Santi, Koordinator Juru Masak, bagian dari tim MBG di bawah Yayasan Aksi Rumah Inspirasi.
Menu disusun dengan penuh perhatian. Setiap hari berganti agar anak-anak tidak bosan: kadang ayam rica, kadang ikan goreng, atau telur balado dengan sayur bayam dan buah segar.
Semua bahan dibeli dari pasar lokal cara sederhana namun berarti untuk menggerakkan ekonomi warga sekitar.
“Setiap porsi kami pastikan seimbang gizinya. Program ini bukan hanya soal kenyang, tapi soal nutrisi dan kebahagiaan,” kata Uswatun, ahli gizi yang selalu mengawasi setiap masakan yang dibuat.
Begitu jarum jam menunjukkan pukul 07.30 WIB, boks-boks makanan berlabel “Makan Bergizi Gratis” dimasukkan ke dalam mobil pengantar.
Sopir dan tim logistik pun segera bergerak menuju sekolah-sekolah penerima manfaat di berbagai titik Kecamatan Kalianda.
“Kami harus tepat waktu. Anak-anak sudah menunggu saat jam istirahat pertama. Kalau terlambat, mereka kecewa,” ujar Yanto, sopir distribusi yang setiap hari mengantar ribuan boks nasi dengan rute berbeda.
Di sekolah, sambutan anak-anak selalu hangat. Mereka berbaris rapi menerima makanan, lalu menikmati santap pagi bersama teman-temannya. Guru-guru pun ikut merasakan dampaknya.
“Sejak ada MBG, semangat belajar meningkat. Siswa yang dulu sering tidak masuk, sekarang rajin hadir karena menunggu makan pagi ini,” kata salah seorang guru SD penerima manfaat.
Program Makan Bergizi Gratis di Kalianda tidak hanya menyehatkan anak-anak, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial. Ia menjadi wadah gotong royong baru di tengah masyarakat menghubungkan dapur, sekolah, petani, dan para relawan.
“Semangat kita bukan hanya memberi makan, tapi menumbuhkan rasa peduli. Dari dapur kecil inilah, cinta dan tanggung jawab sosial tumbuh,” ujar Koordinator Program MBG Lampung Selatan menutup dengan senyum bangga.
Catatan Redaksi:
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kalianda akan terus diperluas ke sejumlah sekolah dasar lain di Lampung Selatan.
Tim pelaksana juga akan melakukan koordinasi lanjutan dengan para kepala sekolah untuk memastikan setiap kendala di lapangan dapat diselesaikan dengan baik dan benar.
Ditulis oleh Tim StoryTime.id






