StoryTime.id – Sebuah insiden adu mulut antara oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Tengah dengan tiga mahasiswa perguruan tinggi di Provinsi Lampung memicu kehebohan publik setelah video peristiwa tersebut viral di media sosial.
Keributan itu terjadi di Gang Mahoni 1, Kelurahan Way Halim Permai, Bandar Lampung, pada Jumat (31/10/2025) sore. Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, insiden bermula saat dua mobil dari arah berlawanan berpapasan di jalan sempit yang sedang diperbaiki, sehingga hanya satu kendaraan yang dapat melintas.
Satu mobil Innova Reborn ditumpangi tiga mahasiswa, sementara kendaraan lainnya, Strada Triton, diduga milik seorang anggota DPRD Lampung Tengah.
Salah satu mahasiswa berinisial IA turun dari mobil untuk meminta agar kendaraan anggota dewan tersebut mundur terlebih dahulu agar arus lalu lintas dapat bergantian. Namun, permintaan itu justru ditolak dengan nada tinggi oleh sopir anggota dewan.
Tak lama, anggota dewan tersebut turun dari mobil dan berkata, “Setahanan aja,” yang kemudian ditafsirkan para mahasiswa sebagai ajakan untuk tidak saling mengalah.
Situasi semakin memanas ketika sopir anggota dewan menyahut, “Kamu aja yang ngalah, saya anggota.”
Pernyataan itu memicu emosi mahasiswa lain berinisial AM, yang membalas, “Kamu siapa? Anggota apa kamu? Pejabat mana kamu? Buat apa bahas jabatan? Enggak hebat jabatan itu, orang tua saya juga anggota dewan.”
Perdebatan dengan nada tinggi pun tak terhindarkan. Beruntung, insiden tersebut tidak berujung pada kekerasan fisik. Warga sekitar segera melerai kedua belah pihak setelah sempat terjadi ketegangan.
Seorang saksi bahkan menyebut sopir anggota dewan sempat menuju mobil dan mengambil benda yang diduga senjata tajam, namun berhasil dicegah warga.
Video peristiwa itu kini ramai beredar di platform TikTok, memicu kecaman luas dari masyarakat dan warganet. Banyak yang menilai ucapan “saya anggota” mencerminkan sikap arogan dan penyalahgunaan status sebagai pejabat publik.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak DPRD Kabupaten Lampung Tengah belum memberikan pernyataan resmi terkait kericuhan tersebut.
Editor: StoryTime.id






