JAKARTA Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi anak, tetapi juga memberi dampak luas bagi perekonomian nasional. Program ini dinilai mampu menggerakkan rantai pasok dari hulu hingga hilir serta menyerap jutaan tenaga kerja di berbagai sektor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pelaksanaan MBG melibatkan banyak pihak dalam rantai pasok, mulai dari petani dan peternak, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga sektor logistik dan distribusi di daerah. Dampak berganda ini membuat MBG menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Program MBG tidak hanya berdampak pada sektor pangan, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat secara luas,” ujar Airlangga.
Partisipasi masyarakat pun terlihat di sejumlah wilayah. Berbagai inisiatif swadaya muncul untuk membangun satuan pelayanan gizi berbasis komunitas, yang memperkuat peran masyarakat dalam menyukseskan program tersebut. Pemerintah memperkirakan, MBG mampu menyerap hingga 3 juta tenaga kerja secara langsung.
Dari sisi anggaran, Airlangga menyebutkan aliran dana MBG diperkirakan mencapai hampir Rp 80 triliun per kuartal. Nilai ini jauh lebih besar dibandingkan stimulus fiskal pada kuartal pertama tahun lalu yang berada di kisaran Rp 37 triliun. Dengan besarnya perputaran anggaran tersebut, MBG diyakini berkontribusi signifikan terhadap laju pertumbuhan ekonomi nasional.
Sejalan dengan itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Novyan Bakrie menegaskan bahwa program MBG membuka peluang besar bagi dunia usaha, dari sektor hulu hingga hilir. Menurutnya, kepentingan utama program ini adalah menyiapkan generasi masa depan yang sehat, sekaligus memperkuat struktur ekonomi nasional.
“Kalau kita bicara kepentingan bangsa, terutama anak-anak sebagai generasi masa depan, dampaknya sangat jelas. Dari target 82 juta penerima, saat ini sudah menjangkau sekitar 55 juta anak,” ujar Anindya dalam Kadin Global and Domestic Economic Outlook 2026 di Menara Kadin, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2026).
Dengan cakupan yang terus meluas dan dampak ekonomi yang signifikan, program MBG diharapkan menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan sekaligus investasi jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Redaksi StoryTime.id






