StoryTime.Id – Pagi itu, PKOR Wayhalim tak sekadar menjadi pusat latihan. Ia berubah menjadi ruang refleksi. Di antara dinding sasana yang mulai kusam dan peralatan latihan yang tak lagi prima, Wakil Ketua II KONI Provinsi Lampung, Riagus Ria, melangkah pelan, menyapa, mengamati, dan mencatat.
Selasa (20/1/2026), Riagus memilih turun langsung. Bukan dari balik meja rapat, melainkan dari lantai tempat para atlet Lampung meneteskan keringat dan menggantungkan mimpi. Satu per satu sasana ia kunjungi. Dari situ, kenyataan tak bisa disembunyikan: banyak fasilitas olahraga yang kondisinya jauh dari kata ideal.
“Ini pusat kegiatan olahraga kita,” ujarnya lirih namun tegas, sembari memandangi salah satu ruang latihan. “Tapi masih banyak yang kurang layak.”
Bagi Riagus, kondisi fasilitas bukan sekadar soal bangunan atau alat. Ia melihatnya dari sudut pandang atlet—mereka yang setiap hari berlatih dengan keterbatasan, namun tetap diminta berprestasi di level nasional bahkan internasional. Di tempat-tempat inilah bakat-bakat Lampung ditempa, namun ironisnya, belum sepenuhnya ditopang sarana yang memadai.
Hasil tinjauan lapangan menunjukkan banyak kebutuhan mendesak: peralatan yang usang, lantai latihan yang perlu perbaikan, hingga ruang latihan yang tidak lagi nyaman. Riagus menyayangkan hal tersebut, sebab PKOR Wayhalim seharusnya menjadi jantung pembinaan olahraga daerah.
“Kalau fasilitasnya baik, atlet akan lebih termotivasi. Prestasi itu bukan hanya soal latihan keras, tapi juga lingkungan yang mendukung,” katanya.
Namun kunjungan itu bukan sekadar menemukan masalah. Riagus memastikan KONI Lampung tak akan berpaling. Melalui Bidang II, pihaknya segera menghimpun data kerusakan dan kekurangan sarana dari berbagai cabang olahraga sebagai dasar langkah konkret.
Tahun 2026, kata Riagus, harus menjadi titik awal pembenahan serius. Renovasi dan peningkatan fasilitas akan masuk dalam prioritas utama program kerja KONI Lampung. Tujuannya sederhana namun fundamental: memastikan atlet berlatih dengan aman, nyaman, dan bermartabat.
“Ini masukan penting bagi kami. Apa yang kami lihat hari ini akan menjadi prioritas perbaikan tahun ini. Atlet kita berhak berlatih di tempat yang layak,” pungkasnya.
Di balik sorotan prestasi dan podium kemenangan, ada lantai latihan yang retak, alat yang menua, dan ruang yang butuh perhatian. Dan pagi itu, di PKOR Wayhalim, Riagus Ria memilih berdiri di sana mendengar suara sunyi yang kerap luput dari sorak sorai kemenangan.
Editor : Syambara






