KPK Jalin Kerja Sama Antikorupsi dengan Kiribati, Perkuat Jejaring Asia Pasifik Ketua KPK: Korupsi Bukan Sekadar Masalah Hukum, tapi Masalah Moral dan Integritas KPK Sita 44 Bidang Tanah di Karanganyar Terkait Kasus Pemerasan di Kemenaker Ratusan Pelajar di Bandung Barat Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Sembilan Laga Seru Warnai Pekan Ini di Indonesia Super League Pentingnya Komunikasi Strategis dan Transformasi Digital dalam Penguatan Reputasi DPR

Daerah

Di Balik Pemeriksaan Ketiga Bupati Pesawaran

Avatarbadge-check


					Nanda Indira Bastian Bupati Kabupaten  pesawaran ( poto IG Nanda bastian). Perbesar

Nanda Indira Bastian Bupati Kabupaten pesawaran ( poto IG Nanda bastian).

STORYTIME.ID – Untuk ketiga kalinya, Nanda Indira Bastian melangkah ke ruang pemeriksaan Kejaksaan Tinggi Lampung. Jumat (23/1/2026) itu, suasana terlihat biasa.

Namun bagi seorang kepala daerah perempuan yang tengah memimpin Pesawaran, hari itu kembali menjadi pengingat bahwa jabatan publik tak pernah benar-benar lepas dari bayang-bayang masa lalu.

Nama Nanda Indira Bastian tak bisa dilepaskan dari Dendi Ramadhona, mantan Bupati Pesawaran sekaligus suaminya.

Ketika Dendi lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) tahun 2022, sorotan publik otomatis mengarah kepadanya.

Penyidik Pidsus Kejati Lampung memanggil Nanda bukan sekali, bukan dua kali, melainkan tiga kali. Pemeriksaan pertama berlangsung Desember 2025, disusul Januari 2026, dan kini kembali berlanjut. Kejati Lampung membenarkan pemeriksaan tersebut, meski tak banyak bicara soal substansi.

Proyek SPAM senilai Rp8 miliar yang semestinya mengalirkan air bersih bagi warga Pesawaran kini justru menyisakan tanda tanya.

Di tengah penyelidikan, muncul fakta penyitaan 40 tas branded dari rumah Dendi Ramadhona, barang-barang mewah dengan nilai hampir Rp800 juta.

Tas-tas itu bukan sekadar aksesori. Di mata hukum, ia bisa menjadi petunjuk. Di mata publik, ia memunculkan ironi ketika air bersih masih menjadi kebutuhan sebagian warga, barang mewah justru ikut terseret dalam perkara.

Bagi Nanda Indira Bastian, pemeriksaan ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga ujian kepemimpinan. Di satu sisi, ia memimpin daerah. Di sisi lain, ia harus menghadapi masa lalu keluarganya yang kini dipersoalkan negara.

Kasus ini belum usai. Seperti aliran air yang tersendat, publik masih menunggu, akankah kebenaran benar-benar mengalir hingga ke hilir.

Redkasi StoryTime.id

Facebook Comments Box

Berita Lainnya

Bupati Lampung Selatan Lantik 12 Pejabat Eselon II, Akhiri Kekosongan Jabatan Definitif di Sejumlah OPD

5 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Kantor Pertanahan Gandeng Pemkab Lampung Selatan Dorong Investasi dan Pengamanan Aset

4 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Polri dan Kejagung Siap Hadapi Praperadilan Febrie Adriansyah

4 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Poto: Febrie Adriansyah

Diduga Gunakan Rangka Baja Oplosan, Proyek Revitalisasi Sekolah Rp642 Juta di Lamsel Disorot

23 Juli 2026 - 03:24 WIB

Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang Mundur Dari Jabatannya

22 Juli 2026 - 01:20 WIB

Story Trending Info Storytime