STORYTIME.ID – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melakukan kunjungan silaturahmi ke kediaman Ketua Karang Taruna Kabupaten Lampung Selatan, Syahirul Hidayat atau yang akrab disapa Bang Suntay, Minggu (25/1/2026).
Kunjungan tersebut berlangsung sederhana namun sarat makna, mencerminkan kedekatan emosional yang telah terjalin sejak tiga tahun lalu.
Silaturahmi ini bukan sekadar agenda formal, melainkan menjadi momentum mengenang kebersamaan spiritual dan kerja kolektif yang pernah dijalani bersama dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif pemuda melalui Karang Taruna.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Mirza disambut hangat oleh pengurus Karang Taruna Lampung Selatan serta tokoh masyarakat setempat, Hendry Rosyadi yang dikenal dengan sapaan Bang Hero. Tanpa seremoni berlebihan, suasana kekeluargaan begitu terasa di kediaman Syahirul Hidayat.
Kedatangan Gubernur Lampung dilakukan tanpa konvoi besar dan protokoler yang kaku. Ia bahkan menyempatkan diri berbincang santai dengan keluarga, tetangga sekitar, serta tokoh masyarakat, menunjukkan kedekatan seorang pemimpin dengan rakyatnya.
Dalam suasana penuh keakraban, Gubernur Mirza mengenang kebersamaan tiga tahun silam saat bersama-sama memperkuat nilai spiritual dan membangun semangat pemuda di Lampung Selatan.
“Saya selalu merindukan momen kebersamaan kita, seperti saat di Masjid Pulau Sebesi makan bersama menggunakan piring besar dan bersandar di dinding masjid. Dari situ saya belajar bahwa kemajuan harus dibangun dengan rasa kekeluargaan yang tulus,” ujar Gubernur Mirza.
Syahirul Hidayat yang menjabat Ketua Karang Taruna Lampung Selatan periode 2022–2027 mengaku terharu atas kunjungan tersebut. Ia mengapresiasi perhatian Gubernur yang masih mengingat detail kebersamaan di masa lalu, meski kini mengemban amanah besar sebagai pemimpin provinsi.
“Saya sungguh tidak menyangka. Di tengah kesibukan beliau, Bapak Gubernur masih mengingat perjalanan kita bersama, bahkan nama-nama pemuda yang dulu ikut berjuang. Ini bukti bahwa pemimpin besar tidak pernah kehilangan karakter dan kedekatannya dengan rakyat,” ungkap Syahirul dengan haru.
Bang Hero menilai kedekatan tersebut sebagai contoh nyata bahwa kerja sama yang dibangun atas dasar kekeluargaan akan melahirkan manfaat besar bagi daerah.
“Semangat yang kita bangun tiga tahun lalu masih hidup hingga hari ini. Ini bukti bahwa kerja tanpa pamrih dan penuh keikhlasan akan menghasilkan perubahan nyata,” ujarnya.
Napak Tilas Nilai Kekeluargaan untuk Maju Bersama
Dalam pertemuan tersebut, turut dibahas pentingnya menjaga nilai kekeluargaan sebagai fondasi pembangunan daerah. Gubernur Mirza menegaskan bahwa visi pembangunan Provinsi Lampung 2025–2030 “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas” hanya dapat terwujud dengan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, khususnya pemuda.
“Nilai kekeluargaan adalah kunci persatuan. Kita pernah bekerja bersama tanpa melihat jabatan dan kedudukan. Semangat itulah yang harus terus kita jaga,” tegasnya.
Bang Hero menambahkan, peran tokoh masyarakat adalah menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat luas.
Sementara itu, Syahirul Hidayat menegaskan kesiapan Karang Taruna Lampung Selatan untuk terus menjadi ujung tombak pemberdayaan pemuda, khususnya di bidang ekonomi kreatif, pelestarian lingkungan, dan penguatan gotong royong.
“Kami akan terus menggerakkan pemuda dengan semangat kekeluargaan, kesederhanaan, dan kejujuran seperti yang pernah kita jalani bersama,” ujarnya.
Redaksi: StoryTime.id






