STORYTIME.ID, SERANG, BANTEN – Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan strategi pengembangan pariwisata berbasis olahraga atau sport tourism sebagai salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Upaya ini dinilai mampu menciptakan efek pengganda ekonomi sekaligus memperkuat daya saing pariwisata Banten di tingkat nasional dan internasional.
Rencana tersebut mengemuka dalam seminar bertajuk Pengembangan Sport Tourism yang digelar di Serang, Sabtu (7/2/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026.
Asisten II Pemerintah Provinsi Banten, Budi Santoso, mengatakan sektor pariwisata dan olahraga memiliki keterkaitan erat dalam mendorong produktivitas dan perputaran ekonomi daerah. Menurut dia, salah satu fokus utama yang tengah dikembangkan adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
“Sport tourism memberi nilai tambah bagi pariwisata. Salah satu inisiatif utama kami adalah pengembangan KEK Tanjung Lesung, meskipun tantangan terbesar saat ini masih pada infrastruktur, khususnya akses jalan nasional yang membutuhkan dukungan pemerintah pusat,” kata Budi.
Dukungan juga datang dari pemerintah pusat. Asisten Deputi Strategis Event Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Fransiskus Handoko, menilai sport tourism memiliki dampak ekonomi yang signifikan jika dikelola secara berkelanjutan.
“Kunci keberhasilan sport tourism adalah menghadirkan event berkualitas yang konsisten. Banten memiliki potensi besar untuk itu, baik dari sisi alam maupun kedekatan dengan pusat-pusat ekonomi nasional,” ujar Fransiskus.
Sementara itu, Asisten Deputi Promosi dan Kemitraan Global Olahraga Kemenparekraf RI, Yayan Rubaeni, mendorong Pemerintah Provinsi Banten untuk lebih agresif menjalin kemitraan internasional. Menurut dia, kolaborasi dengan promotor kelas dunia dapat memperkuat posisi Banten sebagai destinasi sport tourism global.
“Provinsi Banten bisa mengundang promotor internasional untuk memperkuat positioning Banten di peta wisata dunia,” katanya.
Menanggapi isu infrastruktur dan pemerataan manfaat ekonomi, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Eli Susanti, menegaskan pihaknya terus meningkatkan aksesibilitas secara bertahap sekaligus melibatkan masyarakat lokal dalam pengembangan destinasi.
“Selain Tanjung Lesung, kami juga memetakan sejumlah lokasi potensial lain. Prinsipnya, masyarakat lokal harus ikut merasakan dampak ekonomi dari pengembangan sport tourism ini,” ujar Eli.
Budi Santoso menambahkan, peran insan pers menjadi elemen penting dalam menyukseskan program tersebut. Ia berharap media dapat menjadi mitra strategis dalam mempromosikan potensi sport tourism Banten secara berkelanjutan.
“Keberhasilan sport tourism tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi oleh komitmen semua pihak, termasuk dukungan media dan penyelesaian persoalan infrastruktur,” kata Budi. (Red).






