StoryTime.id – Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh kepala sekolah agar tidak bermain-main dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Egi menegaskan tidak boleh ada praktik titip-menitip siswa, apalagi menggunakan nama pejabat daerah untuk meloloskan calon peserta didik tertentu. Ia meminta seluruh kepala sekolah berani menolak segala bentuk intervensi.
Komitmen itu ditegaskan langsung oleh Bupati Egi melalui pesan tegas: “No Titip, No Jastip, Transparan dan Objektif.”
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Penandatanganan Pakta Integritas SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 di Aula Krakatau Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (21/5/2026), di hadapan kepala sekolah, pengawas, dan jajaran pendidikan se-Kabupaten Lampung Selatan.
“Kadang-kadang ada yang mengaku saudara bupati atau tim sukses bupati, padahal belum tentu benar. Jangan mudah percaya. Kalau ada yang mengatasnamakan saya, silakan konfirmasi langsung,” tegas Egi.
Bupati muda itu menekankan, dunia pendidikan tidak boleh dikotori praktik-praktik titipan yang merusak rasa keadilan masyarakat. Menurutnya, seluruh proses penerimaan siswa harus berjalan bersih, terbuka, dan berdasarkan aturan yang berlaku.
Ia juga mengingatkan para kepala sekolah agar menjaga integritas dan tidak takut menghadapi tekanan dari pihak manapun.
“Kalau ada yang coba intervensi, laporkan. Jangan sampai sekolah menjadi tempat praktik orang-orang yang ingin mencari keuntungan atau kedekatan,” ujarnya.
Egi menegaskan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan ingin memastikan seluruh anak mendapatkan hak yang sama dalam mengakses pendidikan tanpa diskriminasi dan tanpa jalur belakang.
Penandatanganan pakta integritas itu menjadi simbol komitmen bersama untuk menciptakan pelaksanaan SPMB 2026 yang bersih, jujur, transparan, dan bebas titipan. (Red)






