KPK Jalin Kerja Sama Antikorupsi dengan Kiribati, Perkuat Jejaring Asia Pasifik Ketua KPK: Korupsi Bukan Sekadar Masalah Hukum, tapi Masalah Moral dan Integritas KPK Sita 44 Bidang Tanah di Karanganyar Terkait Kasus Pemerasan di Kemenaker Ratusan Pelajar di Bandung Barat Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Sembilan Laga Seru Warnai Pekan Ini di Indonesia Super League Pentingnya Komunikasi Strategis dan Transformasi Digital dalam Penguatan Reputasi DPR

Berita

Gedung Dewan Kesenian Lampung Selatan Rusak dan Terbengkalai, Komitmen Pelestarian Budaya Dipertanyakan

Avatarbadge-check


					Poto: Gedung DKLS Lamsel yang terbengkalai (Uyung)/StoryTime) Perbesar

Poto: Gedung DKLS Lamsel yang terbengkalai (Uyung)/StoryTime)

StoryTime.id, Lamsel – Di tengah gencarnya promosi pariwisata dan berbagai event hiburan di Lampung Selatan, kondisi Gedung Sekretariat Dewan Kesenian Lampung Selatan (DKLS) justru memunculkan ironi.

Bangunan yang semestinya menjadi pusat aktivitas seni dan budaya daerah itu kini rusak parah dan nyaris tak berfungsi.

Pantauan di lokasi, Minggu (24/5/2026), memperlihatkan sebagian atap gedung yang berada di samping kawasan Lampung Selatan Expo telah hilang dan rusak. Sejumlah bagian bangunan tampak lapuk, sementara area sekitar terlihat tidak terawat. Kondisi tersebut membuat aktivitas kesenian di sekretariat DKLS praktis terhenti.

Situasi ini memunculkan pertanyaan tentang sejauh mana perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan seni dan budaya lokal. Sebab, gedung tersebut dibangun menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari uang rakyat.

Ironisnya, kerusakan itu terjadi di saat pemerintah daerah terus mendorong promosi wisata dan budaya melalui berbagai kegiatan seremonial. Namun, aset budaya yang seharusnya menjadi ruang pembinaan seniman lokal justru terlihat ditinggalkan.

Sorotan pun mengarah kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lampung Selatan sebagai instansi yang menaungi DKLS. Hingga kini, belum terlihat adanya langkah konkret perbaikan maupun upaya menghidupkan kembali aktivitas kesenian di gedung tersebut.

Yn, seniman senior jebolan Sanggar Beringin Jaya yang juga tergabung dalam DKLS, mengatakan aktivitas organisasi nyaris vakum dalam dua tahun terakhir sejak pergantian kepala daerah.

“DKLS ini di bawah Disparbud Lampung Selatan. Sejak pergantian bupati, kegiatannya vakum. Padahal pembinaan seni budaya harus tetap berjalan,” ujar Yn.

Menurut dia, keberadaan DKLS bukan sekadar simbol organisasi seni, melainkan wadah penting untuk menjaga keberlangsungan budaya daerah di tengah arus modernisasi.

“Kalau DKLS aktif, pelaku seni bisa terus dibina dan budaya daerah tetap hidup. Kalau dibiarkan seperti ini, lama-lama hilang,” katanya.

Ia juga menyayangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap fasilitas kesenian tersebut. Padahal, keberadaan DKLS dinilai dapat mendukung sektor pariwisata berbasis budaya yang selama ini terus digaungkan pemerintah daerah.

Terlebih, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, , diketahui menjadi pembina DKLS. Namun hingga kini, kondisi sekretariat tetap memprihatinkan.

Para pelaku seni berharap Bupati Lampung Selatan segera turun tangan sebelum gedung tersebut rusak total. Mereka menilai pembiaran terhadap aset budaya bukan hanya soal bangunan yang terbengkalai, tetapi juga cerminan lemahnya keberpihakan terhadap pelestarian seni dan identitas daerah.

Editor: StoryTime.id 

Reporter: Uyung 

Facebook Comments Box

Berita Lainnya

Bulog Lampung Selatan Sembelih 10 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H

28 Mei 2026 - 09:24 WIB

Kapolres Lamsel Pimpin  Penyembelihan 10 Sapi dan 2 Kambing Kurban untuk Masyarakat

27 Mei 2026 - 06:46 WIB

Sanggar Beach Serahkan Mobil Pengganti kepada Korban Pencurian Kendaraan

26 Mei 2026 - 23:35 WIB

Wujud Pemasyarakatan Humanis, Lapas Kalianda Salurkan Bantuan Sosial untuk Tahanan

25 Mei 2026 - 12:30 WIB

Dari Kalianda ke Lintasan Nasional, Kisah Widyya Turro Menembus Dunia Drift Indonesia

24 Mei 2026 - 14:50 WIB

Story Trending Berita