KPK Jalin Kerja Sama Antikorupsi dengan Kiribati, Perkuat Jejaring Asia Pasifik Ketua KPK: Korupsi Bukan Sekadar Masalah Hukum, tapi Masalah Moral dan Integritas KPK Sita 44 Bidang Tanah di Karanganyar Terkait Kasus Pemerasan di Kemenaker Ratusan Pelajar di Bandung Barat Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Sembilan Laga Seru Warnai Pekan Ini di Indonesia Super League Pentingnya Komunikasi Strategis dan Transformasi Digital dalam Penguatan Reputasi DPR

Berita

“Dari Piring Siswa ke Pasar Rakyat: Efek Ekonomi Program Makan Bergizi Gratis”

Story TimeIDbadge-check


					“Makan Bergizi Gratis: Harapan Baru bagi Petani, UMKM, dan Keluarga Kecil” Perbesar

“Makan Bergizi Gratis: Harapan Baru bagi Petani, UMKM, dan Keluarga Kecil”

StoryTime.id – Pogram Makan Bergizi Gratis yang mulai diterapkan pemerintah tidak boleh hanya dipandang sebagai kebijakan sosial semata.

Di balik distribusi makanan ke jutaan siswa sekolah, tersimpan peluang ekonomi yang seharusnya dikelola dengan baik. Bahkan, kebijakan ini berpotensi menjadi salah satu mesin penggerak ekonomi rakyat jika diimplementasikan secara tepat di tingkat daerah.

Di banyak wilayah, dapur-dapur kecil mulai kembali hidup. Kebutuhan harian akan bahan pangan untuk ribuan pelajar menjadikan pasar lokal kembali bergairah.

Petai sayur, peternak ayam, pedagang telur, hingga UMKM katering mendapatkan dampak langsung dari meningkatnya permintaan.

Rantai harga yang sebelumnya tersendat kini kembali bergerak. Ini merupakan sinyal positif bahwa program sosial dapat memberikan efek ikutan yang memperkuat ekonomi masyarakat kecil.

Tak kalah penting, program ini memberi ruang finansial baru bagi keluarga. Orang tua, terutama mereka yang berpenghasilan rendah, merasakan berkurangnya beban pengeluaran harian.

Dana yang biasanya tergerus untuk uang saku dan bekal anak kini dapat dialihkan untuk kebutuhan lain yang tak kalah penting.

Dalam skala nasional, perubahan kecil ini menciptakan peningkatan daya beli masyarakat yang dapat memperkuat ekonomi daerah.

Namun, harapan besar ini harus dibarengi dengan sistem pengawasan yang kuat. Pemerintah daerah perlu memastikan bahwa distribusi anggaran berjalan transparan, pembelian bahan pangan mengutamakan produk lokal, dan kualitas makanan tetap menjadi prioritas.

Tanpa tata kelola yang baik, program ini berisiko menjadi ladang praktik-praktik tidak sehat yang justru menghambat kemanfaatannya.

Program makan bergizi gratis seharusnya menjadi salah satu wajah baru keberpihakan negara kepada rakyat kecil.

Jika dirawat dengan baik, program ini bisa menjadi kebijakan multifungsi: menyehatkan anak-anak, menggerakkan ekonomi lokal, menekan pengeluaran rumah tangga, dan membuka lapangan kerja baru.

Ada pesan besar yang ingin disampaikan melalui kebijakan ini: bahwa pembangunan ekonomi tidak selalu harus dimulai dari proyek raksasa. Kadang, ia justru bergerak dari sendok nasi di piring seorang anak sekolah.

Redaksi: StoryTime.id

Facebook Comments Box

Berita Lainnya

Lampung Menuju Panggung Nasional, Gubernur Sambut Kepercayaan Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

10 Februari 2026 - 14:52 WIB

Bupati Tanah Laut Terima Penghargaan SIWO Award

9 Februari 2026 - 07:22 WIB

Pemprov Banten Dorong Sport Tourism untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi

8 Februari 2026 - 05:50 WIB

Lampung Ditunjuk sebagai Tuan Rumah Hari Pers Nasional dan Porwanas 2027

7 Februari 2026 - 12:14 WIB

Damkar Lamsel Pastikan Dapur MBG Bumi Agung Sesuai Standar Keselamatan

6 Februari 2026 - 11:35 WIB

Story Trending Berita