StoryTime.ID, Jakarta — Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menyampaikan apresiasi kepada Balai Taman Nasional dan masyarakat sekitar yang telah menjaga keberlangsungan habitat rusa serta mengembangkan kawasan tersebut sebagai destinasi ekowisata konservatif yang ramah lingkungan.
Apresiasi itu disampaikan Johan dalam kunjungan lapangan masa reses ke Sanctuary Rusa Timor di kawasan Taman Nasional Gunung Tambora, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, baru-baru ini. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda pengawasan dan penyerapan aspirasi di bidang pertanian, kehutanan, kelautan, dan lingkungan hidup. Dalam kesempatan tersebut, Johan meninjau langsung upaya pelestarian Rusa Timor (Cervus timorensis) yang menjadi satwa endemik penting di kawasan hutan Tambora.
“Rusa Timor ini bukan sekadar satwa, tapi simbol keseimbangan ekosistem Tambora. Menjaganya berarti menjaga kehidupan, air, dan hutan yang menopang ekonomi masyarakat,” ujar Johan Rosihan dalam rilis yang dikutip dari Parlementaria, di Jakarta, Senin (13/10/2025).
Politisi Fraksi PKS tersebut menegaskan, Komisi IV DPR RI berkomitmen memperkuat kebijakan konservasi melalui peningkatan dukungan anggaran, sinergi antar-instansi, serta pemberdayaan masyarakat lokal agar ikut menjadi penjaga ekosistem.
“Kami ingin memastikan kawasan konservasi seperti Tambora menjadi pusat pembelajaran lingkungan, wisata edukatif, sekaligus sumber ekonomi hijau bagi masyarakat,” tambah legislator dari Dapil Nusa Tenggara Barat I (Pulau Sumbawa) itu.
Selain meninjau sanctuary Rusa Timor, kunjungan reses ini juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan pengelola taman nasional dan kelompok masyarakat sekitar hutan. Diskusi tersebut membahas berbagai kendala di lapangan, mulai dari perbaikan akses, kebutuhan sarana edukasi, hingga penguatan regulasi konservasi satwa liar.
Melalui kunjungan ini, Johan menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk memastikan bahwa Tambora bukan hanya warisan sejarah letusan gunung terbesar di dunia, tetapi juga simbol keberhasilan Indonesia dalam menjaga harmoni antara manusia dan alam. **






