StoryTime.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang pemerintah dengan target dampak pada empat sektor utama, yakni kesehatan dan gizi, pendidikan, pengurangan kemiskinan, serta penguatan ekonomi.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan aktivitas ekonomi.
“Program MBG diharapkan memberi dampak terintegrasi, tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pendidikan dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Pelaksanaan MBG dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh kecamatan se Indonesia. Selain menjalankan fungsi distribusi makanan, SPPG juga menciptakan aktivitas ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan rantai pasok bahan baku.
Dalam praktiknya, program ini turut melibatkan masyarakat dalam pembangunan SPPG melalui kemitraan berbasis yayasan.
Sejumlah mitra tidak hanya menjalankan operasional, tetapi juga mengembangkan inisiatif tambahan di luar skema negara.
Di beberapa wilayah, seperti Lampung Selatan, Yayasan Aksi Rumah Inspirasi menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar (Kelompok Lansia, Janda, dan yatim piatu), selain memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada relawan SPPG. Kegiatan tersebut dilakukan menggunakan sumber pendanaan mandiri.
Selain itu, yayasan tersebut juga mengembangkan program di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, hingga keagamaan. Aktivitas ini berkembang seiring pelaksanaan MBG di tingkat lokal.
BGN menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperluas dampak program. Partisipasi mitra dinilai membuat program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga berkembang sesuai kebutuhan di lapangan.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa dampak MBG tidak hanya terbatas pada empat sektor yang ditetapkan, tetapi juga meluas ke aspek sosial dan budaya.
Editor: StoryTime.id






