STORYTIME.ID, JAKARTA – Di balik hiruk pikuk dapur umum dan antrean makanan bergizi, ada cerita lain yang tak banyak disorot. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rupanya tak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi bahkan sampai ke showroom kendaraan.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, dengan nada optimistis mengungkapkan temuan menarik. Menurutnya, implementasi MBG ikut mendongkrak penjualan kendaraan, khususnya sepeda motor, sepanjang 2025.
Dalam sebuah forum ekonomi di Wisma Danantara, Dadan merujuk data penjualan Astra Honda Motor yang mencapai 4,98 juta unit pada 2025. Angka itu, kata dia, tak lepas dari efek berantai MBG.
“Dari data AHM, penjualan motor mencapai sekitar 4,9 juta unit pada 2025 dan ini terdongkrak oleh program MBG,” ujarnya.
Efeknya terasa hingga ke tingkat pelaksana. Di berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), para pegawai yang sebelumnya tak memiliki kendaraan pribadi mulai membeli motor. Mobilitas kerja yang tinggi mengantar, menjemput, dan memastikan distribusi gizi membuat kendaraan roda dua menjadi kebutuhan baru.
“Berdasarkan laporan yang saya terima, ada SPPG yang 60 persen pegawainya baru membeli motor. Kalau ada 50 orang, berarti sekitar 30 orang membeli motor. Di situ terlihat dampaknya,” tutur Dadan.
Cerita tak berhenti di roda dua. Kebutuhan kendaraan operasional roda empat juga ikut naik. Dalam paparannya, Dadan menyinggung lonjakan penjualan kendaraan niaga ringan di wilayah Cirebon, yang disebut meningkat signifikan seiring berjalannya MBG.
Distribusi bahan pangan, logistik dapur, hingga pengantaran makanan membuat kendaraan niaga menjadi tulang punggung operasional.
MBG, yang sejak awal dirancang sebagai program peningkatan kualitas gizi, kini memperlihatkan wajah lain: sebagai pemantik pergerakan ekonomi mikro. Dari dapur gizi ke jalan raya, dari piring makan ke kunci kontak kendaraan, program ini meninggalkan jejak yang lebih luas dari sekadar angka kecukupan gizi.
Redaksi: StoryTime.id






