KPK Jalin Kerja Sama Antikorupsi dengan Kiribati, Perkuat Jejaring Asia Pasifik Ketua KPK: Korupsi Bukan Sekadar Masalah Hukum, tapi Masalah Moral dan Integritas KPK Sita 44 Bidang Tanah di Karanganyar Terkait Kasus Pemerasan di Kemenaker Ratusan Pelajar di Bandung Barat Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Sembilan Laga Seru Warnai Pekan Ini di Indonesia Super League Pentingnya Komunikasi Strategis dan Transformasi Digital dalam Penguatan Reputasi DPR

Berita

Dari Dapur Gizi ke Showroom Kendaraan

Avatarbadge-check


					Poto: Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana Perbesar

Poto: Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana

STORYTIME.ID, JAKARTA – Di balik hiruk pikuk dapur umum dan antrean makanan bergizi, ada cerita lain yang tak banyak disorot. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) rupanya tak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi bahkan sampai ke showroom kendaraan.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, dengan nada optimistis mengungkapkan temuan menarik. Menurutnya, implementasi MBG ikut mendongkrak penjualan kendaraan, khususnya sepeda motor, sepanjang 2025.

Dalam sebuah forum ekonomi di Wisma Danantara, Dadan merujuk data penjualan Astra Honda Motor yang mencapai 4,98 juta unit pada 2025. Angka itu, kata dia, tak lepas dari efek berantai MBG.

“Dari data AHM, penjualan motor mencapai sekitar 4,9 juta unit pada 2025 dan ini terdongkrak oleh program MBG,” ujarnya.

Efeknya terasa hingga ke tingkat pelaksana. Di berbagai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), para pegawai yang sebelumnya tak memiliki kendaraan pribadi mulai membeli motor. Mobilitas kerja yang tinggi mengantar, menjemput, dan memastikan distribusi gizi membuat kendaraan roda dua menjadi kebutuhan baru.

“Berdasarkan laporan yang saya terima, ada SPPG yang 60 persen pegawainya baru membeli motor. Kalau ada 50 orang, berarti sekitar 30 orang membeli motor. Di situ terlihat dampaknya,” tutur Dadan.

Cerita tak berhenti di roda dua. Kebutuhan kendaraan operasional roda empat juga ikut naik. Dalam paparannya, Dadan menyinggung lonjakan penjualan kendaraan niaga ringan di wilayah Cirebon, yang disebut meningkat signifikan seiring berjalannya MBG.

Distribusi bahan pangan, logistik dapur, hingga pengantaran makanan membuat kendaraan niaga menjadi tulang punggung operasional.

MBG, yang sejak awal dirancang sebagai program peningkatan kualitas gizi, kini memperlihatkan wajah lain: sebagai pemantik pergerakan ekonomi mikro. Dari dapur gizi ke jalan raya, dari piring makan ke kunci kontak kendaraan, program ini meninggalkan jejak yang lebih luas dari sekadar angka kecukupan gizi.

Redaksi: StoryTime.id 

Facebook Comments Box

Berita Lainnya

DPD Desak Izin Tambang Rakyat Way Kanan Dipercepat, Tersendat di Pemprov Lampung

1 April 2026 - 13:07 WIB

BGN Bantah Anggaran MBG Rp335 Triliun, Tegaskan Hanya Kelola Rp268 Triliun

1 April 2026 - 04:50 WIB

Liburan Hemat di Tepi Pantai! Grand Elty Krakatoa Tawarkan “April Hot Deals” Mulai Rp799 Ribu

30 Maret 2026 - 11:45 WIB

Dari Lelah yang Disembunyikan, dr. Adilla Berdiri di Puncak Wisuda

30 Maret 2026 - 06:31 WIB

Dua Tokoh Nasional Kunjungi Grand Elty Krakatoa, Dorong Pariwisata Lampung Selatan

29 Maret 2026 - 13:53 WIB

Story Trending Berita