StoryTime.id, Lamsel – Di tengah gencarnya promosi pariwisata dan berbagai event hiburan di Lampung Selatan, kondisi Gedung Sekretariat Dewan Kesenian Lampung Selatan (DKLS) justru memunculkan ironi.
Bangunan yang semestinya menjadi pusat aktivitas seni dan budaya daerah itu kini rusak parah dan nyaris tak berfungsi.
Pantauan di lokasi, Minggu (24/5/2026), memperlihatkan sebagian atap gedung yang berada di samping kawasan Lampung Selatan Expo telah hilang dan rusak. Sejumlah bagian bangunan tampak lapuk, sementara area sekitar terlihat tidak terawat. Kondisi tersebut membuat aktivitas kesenian di sekretariat DKLS praktis terhenti.
Situasi ini memunculkan pertanyaan tentang sejauh mana perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan seni dan budaya lokal. Sebab, gedung tersebut dibangun menggunakan anggaran pemerintah yang bersumber dari uang rakyat.
Ironisnya, kerusakan itu terjadi di saat pemerintah daerah terus mendorong promosi wisata dan budaya melalui berbagai kegiatan seremonial. Namun, aset budaya yang seharusnya menjadi ruang pembinaan seniman lokal justru terlihat ditinggalkan.
Sorotan pun mengarah kepada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lampung Selatan sebagai instansi yang menaungi DKLS. Hingga kini, belum terlihat adanya langkah konkret perbaikan maupun upaya menghidupkan kembali aktivitas kesenian di gedung tersebut.
Yn, seniman senior jebolan Sanggar Beringin Jaya yang juga tergabung dalam DKLS, mengatakan aktivitas organisasi nyaris vakum dalam dua tahun terakhir sejak pergantian kepala daerah.
“DKLS ini di bawah Disparbud Lampung Selatan. Sejak pergantian bupati, kegiatannya vakum. Padahal pembinaan seni budaya harus tetap berjalan,” ujar Yn.
Menurut dia, keberadaan DKLS bukan sekadar simbol organisasi seni, melainkan wadah penting untuk menjaga keberlangsungan budaya daerah di tengah arus modernisasi.
“Kalau DKLS aktif, pelaku seni bisa terus dibina dan budaya daerah tetap hidup. Kalau dibiarkan seperti ini, lama-lama hilang,” katanya.
Ia juga menyayangkan minimnya perhatian pemerintah terhadap fasilitas kesenian tersebut. Padahal, keberadaan DKLS dinilai dapat mendukung sektor pariwisata berbasis budaya yang selama ini terus digaungkan pemerintah daerah.
Terlebih, Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, , diketahui menjadi pembina DKLS. Namun hingga kini, kondisi sekretariat tetap memprihatinkan.
Para pelaku seni berharap Bupati Lampung Selatan segera turun tangan sebelum gedung tersebut rusak total. Mereka menilai pembiaran terhadap aset budaya bukan hanya soal bangunan yang terbengkalai, tetapi juga cerminan lemahnya keberpihakan terhadap pelestarian seni dan identitas daerah.
Editor: StoryTime.id
Reporter: Uyung






