STORYTIME.ID – Menatap persaingan ketat di Pekan Olahraga Nasional, Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Lampung tancap gas. Federasi olahraga Bumi Ruwa Jurai itu resmi membentuk tim khusus pemulihan atlet prestasi untuk mengawal kesehatan, gizi, hingga pengawasan doping selama program pembinaan provinsi.
Ketua Umum KONI Lampung Taufik Hidayat menegaskan, kehadiran tim ini menjadi benteng pertama atlet dari risiko cedera dan gangguan kesehatan. “Cedera atlet harus cepat ditangani. Tim akan memantau kondisi kesehatan, gizi, sekaligus isu doping. Jika perlu perawatan lanjutan, akan langsung dirujuk,” ujar Taufik, Senin (23/2).
Tim medis ini dipimpin dr Imam Ghozali dan diperkuat 16 personel. Komposisinya komplet: lima dokter (spesialis cedera, gizi, dan dokter umum) serta tenaga pendukung yang terbagi dalam bidang kesehatan fisik, kesehatan mental, gizi, doping, masseur-fisioterapi, hingga tim penghubung. Sejumlah dokter ahli juga direkrut dari luar KONI untuk memastikan kualitas layanan.
Wakil Ketua Umum II KONI Lampung Riagus Ria menambahkan, tim akan siaga di kantor KONI. Klinik kesehatan dapat diakses atlet setiap hari kerja, dengan dokter jaga minimal dua kali sepekan. “Masseur dan fisioterapi juga standby. Kami tempatkan tenaga terbaik sesuai kebutuhan atlet,” tegasnya.
Dengan langkah ini, KONI Lampung berharap para atlet bisa fokus mengasah performa tanpa dibayangi masalah kesehatan—siap tempur, siap berprestasi di panggung nasional. (*)






