KPK Jalin Kerja Sama Antikorupsi dengan Kiribati, Perkuat Jejaring Asia Pasifik Ketua KPK: Korupsi Bukan Sekadar Masalah Hukum, tapi Masalah Moral dan Integritas KPK Sita 44 Bidang Tanah di Karanganyar Terkait Kasus Pemerasan di Kemenaker Ratusan Pelajar di Bandung Barat Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Sembilan Laga Seru Warnai Pekan Ini di Indonesia Super League Pentingnya Komunikasi Strategis dan Transformasi Digital dalam Penguatan Reputasi DPR

Berita

Menakar Dampak Program MBG, Tercapai atau Justru Melampaui?

Avatarbadge-check


					Poto: Saat Yayasan Aksi Rumah Inspirasi menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar
 (Ary,s/ StoryTime)) Perbesar

Poto: Saat Yayasan Aksi Rumah Inspirasi menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar (Ary,s/ StoryTime))

StoryTime.idProgram Makan Bergizi Gratis (MBG) dirancang pemerintah dengan target dampak pada empat sektor utama, yakni kesehatan dan gizi, pendidikan, pengurangan kemiskinan, serta penguatan ekonomi.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan aktivitas ekonomi.

“Program MBG diharapkan memberi dampak terintegrasi, tidak hanya pada kesehatan, tetapi juga pendidikan dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan MBG dilakukan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh kecamatan se Indonesia. Selain menjalankan fungsi distribusi makanan, SPPG juga menciptakan aktivitas ekonomi melalui penyerapan tenaga kerja dan rantai pasok bahan baku.

Dalam praktiknya, program ini turut melibatkan masyarakat dalam pembangunan SPPG melalui kemitraan berbasis yayasan.

Sejumlah mitra tidak hanya menjalankan operasional, tetapi juga mengembangkan inisiatif tambahan di luar skema negara.

Di beberapa wilayah, seperti Lampung Selatan, Yayasan Aksi Rumah Inspirasi menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat sekitar (Kelompok Lansia, Janda, dan yatim piatu), selain memberikan tunjangan hari raya (THR) kepada relawan SPPG. Kegiatan tersebut dilakukan menggunakan sumber pendanaan mandiri.

Selain itu, yayasan tersebut juga mengembangkan program di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, hingga keagamaan. Aktivitas ini berkembang seiring pelaksanaan MBG di tingkat lokal.

BGN menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam memperluas dampak program. Partisipasi mitra dinilai membuat program tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga berkembang sesuai kebutuhan di lapangan.

Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa dampak MBG tidak hanya terbatas pada empat sektor yang ditetapkan, tetapi juga meluas ke aspek sosial dan budaya.

Editor: StoryTime.id

Facebook Comments Box

Berita Lainnya

Polisi Selidiki Pencurian Mobil Pengunjung di Pantai Sanggar

1 April 2026 - 16:55 WIB

DPD Desak Izin Tambang Rakyat Way Kanan Dipercepat, Tersendat di Pemprov Lampung

1 April 2026 - 13:07 WIB

BGN Bantah Anggaran MBG Rp335 Triliun, Tegaskan Hanya Kelola Rp268 Triliun

1 April 2026 - 04:50 WIB

Liburan Hemat di Tepi Pantai! Grand Elty Krakatoa Tawarkan “April Hot Deals” Mulai Rp799 Ribu

30 Maret 2026 - 11:45 WIB

Dari Lelah yang Disembunyikan, dr. Adilla Berdiri di Puncak Wisuda

30 Maret 2026 - 06:31 WIB

Story Trending Berita