KPK Jalin Kerja Sama Antikorupsi dengan Kiribati, Perkuat Jejaring Asia Pasifik Ketua KPK: Korupsi Bukan Sekadar Masalah Hukum, tapi Masalah Moral dan Integritas KPK Sita 44 Bidang Tanah di Karanganyar Terkait Kasus Pemerasan di Kemenaker Ratusan Pelajar di Bandung Barat Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Sembilan Laga Seru Warnai Pekan Ini di Indonesia Super League Pentingnya Komunikasi Strategis dan Transformasi Digital dalam Penguatan Reputasi DPR

Berita

SPPG Bumi Agung Sukamandi Hadirkan Inovasi MBG untuk Bayi, Fokus Gizi dan Higienitas

Storyloversbadge-check


					Poto: Menu perdana untuk Bayi yang disajikan SPPG   sukamandi , Bumi Agung ( ist). Perbesar

Poto: Menu perdana untuk Bayi yang disajikan SPPG sukamandi , Bumi Agung ( ist).

StoryTime.id – Upaya pemenuhan gizi sejak usia dini terus diperkuat melalui inovasi di tingkat lokal. Sejak Senin (27/4/2026), SPPG Bumi Agung 01 Sukamandi resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus bagi balita usia 6–12 bulan dalam bentuk bubur MPASI.

Program ini menjadi terobosan karena menyasar kelompok usia yang selama ini belum banyak tersentuh, yakni bayi yang baru memasuki fase pengenalan makanan pendamping ASI. Inisiatif tersebut bahkan disebut sebagai yang pertama di Kabupaten Lampung Selatan.

Kepala SPPG Bumi Agung 01 Sukamandi, Naza Syakir, S.Kep., menjelaskan bahwa penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan tahapan perkembangan bayi.

Tekstur bubur dibedakan menjadi dua kategori, yakni saring halus untuk tahap awal dan saring kasar bagi bayi yang mulai beradaptasi dengan makanan bertekstur.

“Pendekatan ini penting agar asupan gizi tidak hanya terpenuhi, tetapi juga sesuai dengan kemampuan makan bayi,” ujar Naza.

Selain aspek nutrisi, standar kebersihan menjadi perhatian utama. Proses pengolahan dilakukan secara higienis dengan bahan baku segar dan berkualitas. Peralatan memasak pun dipisahkan dari produksi MBG reguler guna meminimalisasi risiko kontaminasi.

Hal senada disampaikan ahli gizi SPPG, Uswatun, S.Gz. Ia menegaskan adanya perbedaan signifikan dalam sistem penyajian dibandingkan MBG untuk pelajar, terutama dalam proses distribusi.

“Bubur MPASI dikemas menggunakan rantang stainless steel bersekat tiga, yang memisahkan bubur utama, buah, dan pelengkap lainnya,” jelasnya.

Menurut dia, setiap wadah dilengkapi penutup rapat untuk menjaga kualitas makanan tetap aman hingga diterima oleh penerima manfaat.

Menariknya, sistem distribusi dilakukan dengan pola pinjam pakai. Rantang dibawa pulang menggunakan tas khusus yang telah disiapkan, lalu keesokan harinya ditukar dengan paket baru berisi makanan segar.

“Skema ini tidak hanya menjaga suhu makanan tetap hangat, tetapi juga memastikan standar higienitas tetap terjaga dari dapur hingga ke tangan penerima,” tambah Uswatun.

Inovasi yang dihadirkan SPPG Bumi Agung 01 Sukamandi ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan program MBG berbasis kebutuhan spesifik usia.

Langkah tersebut dinilai strategis dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui intervensi gizi yang tepat sejak masa awal kehidupan.

Dengan pendekatan yang terukur dan berorientasi kualitas, program ini menunjukkan bahwa pelayanan gizi tidak sekadar soal distribusi, tetapi juga tentang ketepatan sasaran serta standar pengolahan yang berkelanjutan.

Editor: StoryTime.id

Facebook Comments Box

Berita Lainnya

Bulog Lampung Selatan Sembelih 10 Hewan Kurban pada Idul Adha 1447 H

28 Mei 2026 - 09:24 WIB

Kapolres Lamsel Pimpin  Penyembelihan 10 Sapi dan 2 Kambing Kurban untuk Masyarakat

27 Mei 2026 - 06:46 WIB

Sanggar Beach Serahkan Mobil Pengganti kepada Korban Pencurian Kendaraan

26 Mei 2026 - 23:35 WIB

Wujud Pemasyarakatan Humanis, Lapas Kalianda Salurkan Bantuan Sosial untuk Tahanan

25 Mei 2026 - 12:30 WIB

Gedung Dewan Kesenian Lampung Selatan Rusak dan Terbengkalai, Komitmen Pelestarian Budaya Dipertanyakan

25 Mei 2026 - 01:59 WIB

Story Trending Berita