StoryTime.id – Upaya pemenuhan gizi sejak usia dini terus diperkuat melalui inovasi di tingkat lokal. Sejak Senin (27/4/2026), SPPG Bumi Agung 01 Sukamandi resmi meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) khusus bagi balita usia 6–12 bulan dalam bentuk bubur MPASI.
Program ini menjadi terobosan karena menyasar kelompok usia yang selama ini belum banyak tersentuh, yakni bayi yang baru memasuki fase pengenalan makanan pendamping ASI. Inisiatif tersebut bahkan disebut sebagai yang pertama di Kabupaten Lampung Selatan.
Kepala SPPG Bumi Agung 01 Sukamandi, Naza Syakir, S.Kep., menjelaskan bahwa penyusunan menu dilakukan dengan mempertimbangkan tahapan perkembangan bayi.
Tekstur bubur dibedakan menjadi dua kategori, yakni saring halus untuk tahap awal dan saring kasar bagi bayi yang mulai beradaptasi dengan makanan bertekstur.
“Pendekatan ini penting agar asupan gizi tidak hanya terpenuhi, tetapi juga sesuai dengan kemampuan makan bayi,” ujar Naza.
Selain aspek nutrisi, standar kebersihan menjadi perhatian utama. Proses pengolahan dilakukan secara higienis dengan bahan baku segar dan berkualitas. Peralatan memasak pun dipisahkan dari produksi MBG reguler guna meminimalisasi risiko kontaminasi.
Hal senada disampaikan ahli gizi SPPG, Uswatun, S.Gz. Ia menegaskan adanya perbedaan signifikan dalam sistem penyajian dibandingkan MBG untuk pelajar, terutama dalam proses distribusi.
“Bubur MPASI dikemas menggunakan rantang stainless steel bersekat tiga, yang memisahkan bubur utama, buah, dan pelengkap lainnya,” jelasnya.
Menurut dia, setiap wadah dilengkapi penutup rapat untuk menjaga kualitas makanan tetap aman hingga diterima oleh penerima manfaat.
Menariknya, sistem distribusi dilakukan dengan pola pinjam pakai. Rantang dibawa pulang menggunakan tas khusus yang telah disiapkan, lalu keesokan harinya ditukar dengan paket baru berisi makanan segar.
“Skema ini tidak hanya menjaga suhu makanan tetap hangat, tetapi juga memastikan standar higienitas tetap terjaga dari dapur hingga ke tangan penerima,” tambah Uswatun.
Inovasi yang dihadirkan SPPG Bumi Agung 01 Sukamandi ini diharapkan dapat menjadi model pengembangan program MBG berbasis kebutuhan spesifik usia.
Langkah tersebut dinilai strategis dalam mendukung upaya pencegahan stunting melalui intervensi gizi yang tepat sejak masa awal kehidupan.
Dengan pendekatan yang terukur dan berorientasi kualitas, program ini menunjukkan bahwa pelayanan gizi tidak sekadar soal distribusi, tetapi juga tentang ketepatan sasaran serta standar pengolahan yang berkelanjutan.
Editor: StoryTime.id






