KPK Jalin Kerja Sama Antikorupsi dengan Kiribati, Perkuat Jejaring Asia Pasifik Ketua KPK: Korupsi Bukan Sekadar Masalah Hukum, tapi Masalah Moral dan Integritas KPK Sita 44 Bidang Tanah di Karanganyar Terkait Kasus Pemerasan di Kemenaker Ratusan Pelajar di Bandung Barat Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Sembilan Laga Seru Warnai Pekan Ini di Indonesia Super League Pentingnya Komunikasi Strategis dan Transformasi Digital dalam Penguatan Reputasi DPR

Berita

Suara Generasi Muda di Musrenbang, Bupati Lampung Selatan Terharu

StoryTimebadge-check


					Poto: Bupati Lamsel bersama  siswa SMPN Satu Atap 2 Kalianda 
(Diskominfo Pemkab Lamsel ). Perbesar

Poto: Bupati Lamsel bersama siswa SMPN Satu Atap 2 Kalianda (Diskominfo Pemkab Lamsel ).

STORYTIME.ID –  Forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kalianda, Kamis (12/2/2026), mendadak terasa berbeda. Di antara paparan program dan data teknokratis, tiga suara muda bangkit menyampaikan harapan jujur, lugas, dan penuh keberanian.

Mereka adalah Ridwan Saputra, Putri Yanitasari, dan Agil Jerfi Nugroho, siswa SMPN Satu Atap 2 Kalianda. Dengan langkah mantap, ketiganya menyuarakan kondisi sekolah mereka yang masih jauh dari kata ideal, yakni belum memiliki perpustakaan dan akses jalan menuju sekolah yang rusak.

Keistimewaan tak berhenti di situ. Aspirasi itu disampaikan dalam tiga bahasa sekaligus Bahasa Indonesia, Bahasa Lampung, dan Bahasa Inggris. Forum yang biasanya didominasi orang dewasa mendadak hening, memberi ruang penuh pada suara generasi penerus.

Keberanian itu langsung mengetuk hati Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama. Di hadapan peserta Musrenbang, ia tak menyembunyikan rasa bangganya.

“Jalannya rusak, nanti dicek dulu sama PU, jalan menuju SMPN Satap 2 Kalianda. Keren, saya senang melihat masyarakat Lampung Selatan sekarang ini,” ujar Egi. Ia lalu meminta data ketiga pelajar tersebut untuk diberikan tabungan pendidikan sebagai bentuk apresiasi.

Bagi Bupati Egi, kehadiran dan keberanian pelajar dalam forum resmi pemerintah adalah tanda positif tumbuhnya kesadaran partisipasi sejak dini. Menurutnya, pembangunan daerah tak hanya soal angka dan proyek, tetapi juga soal mendengar suara mereka yang akan menikmati hasil pembangunan di masa depan.

Pemerintah daerah, kata Egi, akan berkomitmen menindaklanjuti aspirasi tersebut, baik perbaikan jalan menuju sekolah maupun pemenuhan fasilitas pendidikan yang masih terbatas.

Tabungan pendidikan yang diberikan bukan sekadar hadiah, melainkan simbol harapan bahwa keberanian, kepedulian, dan kecintaan pada lingkungan sendiri layak mendapat tempat dan perhatian.

Dari sebuah Musrenbang di Kalianda, tiga pelajar telah menunjukkan bahwa perubahan bisa dimulai dari suara kecil yang berani disampaikan. Sebuah pesan sederhana namun kuat: masa depan Lampung Selatan sedang belajar untuk bersuara.

Redaksi StoryTime.id

Facebook Comments Box

Berita Lainnya

Lampung Menuju Panggung Nasional, Gubernur Sambut Kepercayaan Tuan Rumah HPN dan Porwanas 2027

10 Februari 2026 - 14:52 WIB

Bupati Tanah Laut Terima Penghargaan SIWO Award

9 Februari 2026 - 07:22 WIB

Pemprov Banten Dorong Sport Tourism untuk Percepat Pertumbuhan Ekonomi

8 Februari 2026 - 05:50 WIB

Lampung Ditunjuk sebagai Tuan Rumah Hari Pers Nasional dan Porwanas 2027

7 Februari 2026 - 12:14 WIB

Damkar Lamsel Pastikan Dapur MBG Bumi Agung Sesuai Standar Keselamatan

6 Februari 2026 - 11:35 WIB

Story Trending Berita