KPK Jalin Kerja Sama Antikorupsi dengan Kiribati, Perkuat Jejaring Asia Pasifik Ketua KPK: Korupsi Bukan Sekadar Masalah Hukum, tapi Masalah Moral dan Integritas KPK Sita 44 Bidang Tanah di Karanganyar Terkait Kasus Pemerasan di Kemenaker Ratusan Pelajar di Bandung Barat Keracunan Usai Santap Makan Bergizi Gratis Sembilan Laga Seru Warnai Pekan Ini di Indonesia Super League Pentingnya Komunikasi Strategis dan Transformasi Digital dalam Penguatan Reputasi DPR

Berita

Gerindra Lamsel Ingatkan DPP: Kehadiran Budi Arie Bisa Jadi Beban Politik

Avatarbadge-check


					Ketua DPC Gerindra Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, Perbesar

Ketua DPC Gerindra Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar,

StoryTime.id, Lamsel – Rencana Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, untuk bergabung ke Partai Gerindra memicu respons kritis dari kader daerah.

Pengurus DPC Gerindra Lampung Selatan meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) berhati-hati menyikapi wacana tersebut karena berpotensi mengganggu citra partai di mata publik.

Ketua DPC Gerindra Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, menegaskan pihaknya tidak menolak kehadiran tokoh mana pun di Gerindra, termasuk Budi Arie. Namun langkah itu, menurutnya, harus melalui pertimbangan matang dan penjelasan terbuka kepada publik.

“Kami khawatir jika proses ini tidak dijelaskan secara transparan, publik akan menilai Gerindra sebagai tempat berlindung bagi tokoh yang sedang disorot. Ini dapat berdampak pada kepercayaan terhadap partai dan Presiden Prabowo,” kata Syaiful dalam pernyataannya, Jumat (7/11/2025).

Syaiful menyoroti bahwa nama Budi Arie kembali ramai diperbincangkan setelah sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Komunikasi dan Digitalisasi (Komdigi) yang pernah dipimpinnya disebut-sebut dalam dugaan kasus judi online.

Menurut Syaiful, situasi itu berpotensi menimbulkan tafsir bahwa Gerindra dijadikan “tempat aman” bagi tokoh yang menghadapi persoalan.

“Gerindra dibangun atas dasar perjuangan, bukan perlindungan. Karena itu DPP perlu mempertimbangkan dengan bijak, agar nilai dan marwah partai tidak kabur,” ujarnya.

Ia juga menyinggung pernyataan Budi Arie dalam Kongres III Projo di Jakarta pekan lalu, yang menyebut bahwa langkah masuk Gerindra dilakukan karena permintaan Presiden Prabowo.

“Pernyataan semacam itu harus diklarifikasi agar tidak seolah-olah partai bekerja berdasarkan relasi personal. Gerindra punya mekanisme, etika politik, dan komitmen perjuangan rakyat,” tegasnya.

Syaiful menambahkan, sikap DPC bukan bentuk penolakan terhadap keputusan pusat, tetapi bentuk kewaspadaan kader daerah agar partai tetap kokoh secara moral dan citra.

“Kami hanya ingin memastikan Gerindra tetap dipercaya rakyat sebagai partai yang tegas, bersih, dan konsisten,” tutupnya.

Sebelumnya, dalam Kongres III Projo di Jakarta Selatan, (1/11/2025), Budi Arie menyatakan keinginannya untuk terjun ke politik praktis melalui Partai Gerindra sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Editor: StoryTime.id

Facebook Comments Box

Berita Lainnya

DPD Desak Izin Tambang Rakyat Way Kanan Dipercepat, Tersendat di Pemprov Lampung

1 April 2026 - 13:07 WIB

BGN Bantah Anggaran MBG Rp335 Triliun, Tegaskan Hanya Kelola Rp268 Triliun

1 April 2026 - 04:50 WIB

Liburan Hemat di Tepi Pantai! Grand Elty Krakatoa Tawarkan “April Hot Deals” Mulai Rp799 Ribu

30 Maret 2026 - 11:45 WIB

Dari Lelah yang Disembunyikan, dr. Adilla Berdiri di Puncak Wisuda

30 Maret 2026 - 06:31 WIB

Dua Tokoh Nasional Kunjungi Grand Elty Krakatoa, Dorong Pariwisata Lampung Selatan

29 Maret 2026 - 13:53 WIB

Story Trending Berita